Optimasi Lahan hingga LTT, Strategi Aceh Tamiang Kejar Target Pangan Nasional
Aceh Tamiang – Dalam upaya mengejar target swasembada pangan nasional, PJ Swasembada Pangan Provinsi Aceh, Dr. drh. Agus Susanto, melakukan kunjungan kerja strategis ke Kabupaten Aceh Tamiang pada Sabtu, 2 Mei 2026. Kunjungan ini difokuskan pada koordinasi dan konsolidasi lintas sektor guna memastikan stabilitas produksi gabah di wilayah tersebut.
Bertempat di Center of Wellness Services (CWS) yang berlokasi di BPP Rantau, Agus Susanto didampingi oleh PJ Swasembada Pangan Kabupaten Aceh Tamiang, Muhammad Syawal, S.Pt, M.Si., memberikan arahan langsung kepada seluruh Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dan para penyuluh lapangan se-Kabupaten Aceh Tamiang.
Salah satu poin krusial yang dibahas adalah percepatan Rehabilitasi Lahan Sawah yang terdampak bencana alam. Pemerintah berkomitmen memberikan intervensi khusus pada lahan dengan tingkat kerusakan ringan hingga sedang agar dapat segera kembali produktif.
"Koordinasi ini adalah kunci untuk memastikan bantuan dan program rehabilitasi tepat sasaran, sehingga petani tidak kehilangan momentum masa tanam," ujar Agus Susanto di sela-sela kegiatan.
Selain rehabilitasi lahan, pertemuan tersebut memetakan beberapa agenda prioritas untuk mendongkrak produktivitas pangan di Aceh Tamiang, antara lain:
1. Optimasi Lahan (Oplah): Memaksimalkan potensi lahan tidur menjadi lahan produktif.
2. Luas Tambah Tanam (LTT): Mendorong peningkatan frekuensi dan luas area tanam padi.
3. Bantuan Pemerintah (BP): Memastikan distribusi sarana produksi (benih, pupuk, alkes) tersalurkan dengan transparan.
4. Koordinasi Internal: Memperkuat sinergi antara penyuluh sebagai ujung tombak dengan pemerintah pusat dan daerah.
Muhammad Syawal menekankan bahwa peran BPP Rantau dan BPP lainnya di Aceh Tamiang sangat vital sebagai pusat data dan konsultasi bagi petani. Konsolidasi ini diharapkan mampu menyamakan persepsi antara pengambil kebijakan dan eksekutor di lapangan demi menjaga ketahanan pangan di Aceh Tamiang, yang selama ini menjadi salah satu lumbung pangan penting di Serambi Mekkah.
Kegiatan berlangsung khidmat dengan sesi diskusi teknis yang melibatkan para penyuluh untuk memetakan kendala riil di tiap kecamatan, guna mencari solusi cepat dalam mencapai target swasembada tahun 2026.